Minggu, 25 Desember 2011

Jepang Beli 42 Pesawat Tempur F-35 Buatan AS

Pemerintah Jepang akhirnya membeli pesawat tempur baru untuk memperkuat militer mereka. Pilihan mereka jatuh kepada pesawat tempur F-35 buatan Lockheed Martin dari Amerika Serikat (AS).

Jepang Beli 42 Pesawat Tempur F-35 Buatan AS

Keputusan untuk membeli F-35 ini dikeluarkan di tengah-tengah kekhawatiran terhadap kondisi Korea Utara sepeninggal Kim Jong-il. Selain itu, pembelian ini juga menunjukkan bahwa Jepang semakin mempererat aliansinya dengan AS.

Menteri Pertahanan Jepang, Yasuo Ichikawa mengatakan, pihaknya memutuskan untuk membeli 42 pesawat tempur F-35. Pembelian ini diperkirakan menghabiskan dana sekitar lebih dari US$ 7 miliar atau sekitar Rp 63,5 triliun.

"Wilayah pengamanan yang harus dijangkau terus berubah. Pesawat F-35 memiliki kemampuan yang mampu merespons dengan baik setiap perubahan yang ada," jelas Ichikawa seperti dilansir Reuters, Selasa (20/12/2011).

Sebelum memutuskan untuk membeli pesawat F-35, Jepang memiliki 2 pilihan pesawat tempur lainnya, yakni F/A-18 buatan Boeing dan Eurofighter Typhoon buatan perusahaan konsorsium Eropa termasuk BAE Systems. Namun, Jepang akhirnya menjatuhkan pilihan kepada F-35 yang memiliki kemampuan siluman yang lebih unggul dibanding pesawat lainnya.

Keputusan pemerintah Jepang ini disambut baik oleh Pentagon dan juga oleh perusahaan Lockheed Martin. Menurut mereka, pesawat tempur F-35 mampu membangun pertahanan udara yang lebih baik bagi Jepang di wilayah Asia Pasifik.

"Bagian program F-35 berharap untuk bisa memperkuat kemitraan dengan Jepang, dan berkontribusi dalam peningkatan keamanan di wilayah kawasan Asia Pasifik," demikian pernyataan pihak Pentagon sesaat setelah Jepang mengumumkan pembelian pesawat F-35 ini.

Pesawat yang mulai diproduksi sejak 2006 silam ini merupakan pesawat tempur berkursi tunggal dan bermesin tunggal. F-35 yang dikenal sebagai pesawat tempur buatan AS termahal ini, dapat melakukan banyak fungsi. Di antaranya melakukan serangan ke darat, pertempuran antar udara, pengeboman taktis dan pengintaian dengan kemampuan siluman yang tak terdeteksi radar. Pesawat ini memiliki kecepatan supersonik sebesar Mach 1,6 dan mampu membawa persenjataan atau bom seberat 7,5 ton hingga 9 ton dengan jarak jangkauan serangan sejauh 800 km hingga 1.100 km.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar